Rabu, 23 Maret 2016

TUGAS 2

SIX SIGMA

Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management    ( TQM ), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan mehilangkan biaya.


CONTOH NYATA DARI METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENINGKATKAN PROSES KEY STEP PADA SIX SIGMA

ADEFINE
Tahap Define adalah tahap pertama dari proses DMAIC, tahap ini bertujuan untuk menyatukan pendapat dari tim dan sponsor mengenai proyek yang akan dilakukan, baik itu ruang lingkup, tujuan, biaya dan target dari proyek yang akan dilakukan. Tahapan dalam Define :

1. Pemilihan proyek oleh sponsor dan tim
2. Pembuatan proposal proyek dan pembentukan tim
3. Menentukan ruang lingkup proyek
4. Mengumpulkan data mengenai VOC (Voice of Customers)
5. Peninjauan ulang tahap Define
 
Tools yang digunakan dalam tahapan Define:

1. Brainstorming
2. Diagram SIPOC (Supplier, Input, Process, Output, Costumer)
 

B. MEASURE

Tahap Measure bertujuan untuk mengetahui proses yang sedang terjadi, mengumpukan data mengenai kecepatan proses, kualitas dan biaya yang akan digunakan untuk mengetahui penyebab masalah yang sebenarnya. Tahapan pada Measure :
1. Menentukan output dan input dari proses.
2. Membuat value stream mapping.
3. Menentukan ukuran performansi yang dipakai.
4. Melakukan pengumpulan data untuk perhitung.
5. Menghitung kapabilitas proses.
6. Peninjauan ulang tahap Measure
Tools yang digunakan dalam tahapan Measure:
1. Value Stream Map.
2. Value add and non value add analysis.
 
C. ANALYZE
Tujuan tahap Analyze adalah untuk memverifikasi penyebab yang mempengaruhi input kunci dan output kunci. Tahapan pada Analyze :
  
1. Menentukan input kritis.
2. Melakukan analisa data dan analisa proses.
3. Menentukan akar penyebab masalah.
4. Menyusun prioritas akar penyebab permasalahan.
5. Melakukan peninjauan ulang terhadap tahap Analyze.
Tools yang digunakan dalam tahapan Analyze :
1. Cause and Effect Diagram.
2. Failure Modes and Effects Analysis (FMEA).
3. Pareto Chart.
 
D. IMPROVE
Tujuan tahap Improve adalah menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah.  Tahapan yang dilakukan pada Improve :
1. Mencari solusi potensial.
2. Memilih dan menyusun prioritas terhadap solusi.
3. Mengaplikasikan praktik Lean six sigma.
 
E. CONTROL
Tujuan tahap Control adalah untuk melengkapi semua kerja proyek dan menyampaikan hasil proses perbaikan kepada up management. dan memastikan bahwa setiap orang bekerja telah dilatih untuk melakukan prosedur perbaikan yang baru. Tahapan pada Control :
1. Mengadakan pemantauan terhadap hasil implementasi
2. Mendokumentasikan standard operating procedurebaru
3. Membuat rencana pengendalian proses
4. Membuat peta perjalanan/ histori proyek
5. Melakukan proses transisi dan pengalihan tanggung jawab pada pemilik proses
6. Melakukan peninjauan ulang tahap control

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Hasil implementasi secara menyeluruh
2. Dokumentasi dan pengukuran untuk mempersiapkan tindakan lanjutan yang akan diambil
3. Bukti

METODE TAGUCHI
Berikut akan dijabarkan mengenai hal-hal yang penting dalam metode Taguchi:
Orthogonal Array
Robustness
Faktor Terkendali dan Faktor Noise.
 
contoh :

Signage (Papan Promosi) Toko

Masalah:
Seorang staf toko melaporkan kepada pemimpin eksekutif perusahaan ritelnya bahwa mereka menerima terlalu banyak papan promosi.
Analisa Six Sigma:
Perusahaan telah terlalu banyak mencetak dan mendistribusikan papan toko yang identik ke seluruh regional, tanpa memperhatikan ukuran masing-masing toko, jenis produk yang dijual, atau perencanaan display. Perusahaan tersebut lalu menerapkan metode klasifikasi toko yang custom agar dapat mengetahui kebutuhan masing-masing toko akan papan promosi, dan memesan papan promosi secara mingguan kepada vendor yang membuatnya. Opsi ini membuahkan berkurangnya pemborosan untuk papan toko  sebanyak 41%.
Total Keuntungan Pertahun: US$ 420.000

TUGAS 1

5 Domain Proses Utama Dalam Information Technology Infrastructure Library (ITIL)


1.      Service Strategy (SS)
Pada gambar diatas, menunjukan bahwa service strategy diletakan dipusat dari modul lainnya, yang mana ini berarti bahwa service strategy memberikan praktek dan teknik, serta arahan dalam hal bagaimana untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasi service management dari perspektif kemampuan organisasi dan aset strategik. Serta mengarahkan prinsip – prinsip  yang mendasari service management yang berguna untuk mengembangkan kebijakan yang ada didalamnya, dan proses diseluruh siklus layanan ITIL. Definisi lainnya dari Service Strategy  yaitu yang menspesifikasikan setiap tahap dari siklus layanan agar harus tetap fokus pada business case, dengan menetapkan tujuan bisnis, kebutuhan, dan prinsip service management.
2.      Service Design (SD)
Memberikan arahan untuk merancang dan mengembangkan layanan serta proses layanan tersebut. Yang meliputi prinsip rancangan dan metode untuk merubah tujuan strategik ke dalam  portofolio layanan dan aset layanan. Ruang lingkup dari service design ini meliputi perubahan dan perbaikan atau pengembangan yang diperlukan untuk meningkatkan atau mempertahankan serta mengelola nilai kepada pelanggan dalam siklus layanan, layanan berkelanjutan, pencapaian tingkat layanan dan kesesuaian terhadap standar dan peraturan. Juga memamdu organisasi mengenai bagaimana mengembangkan kemampuan merancang untuk service management. Selain itu juga memastikan bahwa infrastruktur teknologi informasi yang ada harus mencakup “fit for purpose dan “fit for use.
3.    Service Transition (ST)
Mengarahkan dalam hal pengembangan dan perbaikan atau peningkatan kemampuan dalam masa transisi layanan yang baru dan berubah menjadi operasi. Juga mengarahkan pada bagaimana kebutuhan service strategy diletakan dalam service design yang efektif untuk operasional layanan ketika mengelola resiko kegagalan dan gangguan. Pada bagian ini, framework ITIL menggabungkan prektek didalam release management, program management, dan risk management yang menempatkannya didalam konteks praktikal service management.
4.    Service Operation (SO)
Mewujudkan praktek didalam pengelolaan Service Operation. Termasuk mengarahkan dalam mencapai efektifitas dan efisiensi dalam  menyampaikan dan mendukung layanan supaya memastikan agar nilai kepada pelanggan dan kepada pemberi layanan. Dimana Service Operation ini mengarah pada keseharian pengelolaan dan operasional pada layanan bisnis IT.
5.    Continual Service Improvement (CSI)
Meliputi instrumental arahan dalam membuat dan mengelola nilai kepada pelanggan melalui rancangan yang lebih baik, praktikan dan metode dari pengelolaan kualitas, pengelolaan perubahan, dan perbaikan kemampuan. Yang belajar untuk menyatakan peningkatan dan perbaikan pada skala besar dalam hal kualitas layanan, efisiensi operasional dan bisnis berkelanjutan.ITIL Process Schematic