Rabu, 01 November 2017

METODOLOGI AUDIT TI


1. METODOLOGI AUDIT TI

Metodologi umum dalam proses pemeriksaan insiden sampai proses hukum:
  1. Pengumpulan data/fakta dari sistem komputer (harddisk, usb-stick, log, memory-dump, internet, dll) – termasuk di dalamnya data yang sdh terhapus
  2. Mendokumentasikan fakta-fakta yang ditemukan dan menjaga integritas data selama proses forensik dan hukum dengan proteksi fisik, penanganan khusus, pembuatan image, dan menggunakan algoritma HASH untuk pembuktian / verifikasi
  3. Merunut kejadian (chain of events) berdasarkan waktu kejadian
  4. Memvalidasi kejadian2 tersebut dengan metode “sebab-akibat”
  5. Dokumentasi hasil yang diperoleh dan menyusun laporan
  6. Proses hukum (pengajuan delik, proses persidangan, saksi ahli, dll)
TAHAPAN AUDIT TI

1.      Tahapan Perencanaan.
Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.
2.      Mengidentifikasikan reiko dan kendali.
Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik.
3.      Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti.
Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.
4.      Mendokumentasikan.
Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan auditee.
5.      Menyusun laporan.
Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.

JENIS-JENIS AUDIT TI

1. Audit Around The Computer
Hanya memeriksa dari sisi user saja. Pada masukan dan keluarannya tidak memeriksa lebih lanjut terhadap sistemnya atau programnya. Dokuman sumber tersedia dalam bentuk kertas (bahasa non-mesin), artinya bentu tersebut masih bisa dilihat secara kasat mata. Dokumen-dokumen tersebut disimpan daam file dengan cara yang mudah ditemukan. Keluaran dari program tersebut dapat diperoleh dari daftar yang terinci dan auditor dapat dengan mudah menelusuri setiap transaksi dari dokumen.
 
Kelebihan:
1. Proses audit tidak memakan waktu lama karena hanya melakukan audit tidak secara mendalam.
2. Tidak harus mengetahui seuruh proses penanganan sistem.
3. Umumnya database mencangkup jumlah data yang banyak dan sulit untuk ditelusuri secara manual.
4. Tidak membuat auditor memahami sistem komputer dengan lebih baik.
5. Mengabaikan pengendalian sistem, sehingga rawan terhadap kesalahan dan kelemahan potensial dalam sistem.
6. Lebih berkenaan dengan hal yang lalu dari pada dengan audit yang preventif.
7. Kemampuan komputer sebagai fasilitas penunjang audit tidak terpakai.
8. Tidak mencakup keseluruhan maksud dan tujuan auditor.
 
2. Audit Through The Computer
Dimana selain auditor memeriksa data masukan dan keluaran, auditor juga melakukan uji coba proses program dan sistemnya, atau yang biasa disebut dengan white box, sehingga auditor dapat merasakan sendiri langkah demi langkah pelaksanaan sistem serta mengetahui bagaimana sistem dapat dijalankan pada proses tertentu.
 
Kelebihan:
1. Dapat meningkatkan kekuatan pengujian sistem aplikasi secara efektif.
2. Dapat memeriksa secara langsung logika pemprosesan dan sistem aplikasi.
3. Kemampuan sistem yang dapat menangani perubahan dan kemungkinan kehilangan yang terjadi pada masa yang akan datang.
4. Auditor memperoleh kemampuan yang besar dan efektif dalam melakukan pengujian terhadap kebenaran hasil kerjanya.

2. ALASAN PERLU AUDIT TI

Menurut Weber (1999) terdapat beberapa alasan mendasar mengapa organisasi perlu melakukan audit sebagai evaluasi dan pengendalian terhadap sistem yang digunakan oleh organisasi :

1. Pencegahan terhadap biaya organisasi untuk data yang hilang
Kehilangan data dapat terjadi karena ketidakmampuan pengendalian terhadap pemakaian komputer. Kelalaian dengan tidak menyediakan backup yang memadai terhadap file data, sehingga kehilangan file dapat terjadi karena program komputer yang rusak, adanya sabotase, atau kerusakan normal yang membuat file tersebut tidak dapat diperbaiki sehingga akhirnya membuat kelanjutan operasional organisasi menjadi terganggu.

2. Pengambilan keputusan yang tidak sesuai
Membuat keputusan yang berkualitas tergantung pada kualitas data yang akurat dan kualitas dari proses pengambilan keputusan itu sendiri. Pentingnya data yang akurat bergantung kepada jenis keputusan yang akan dibuat oleh orang – orang yang berkepentingan di suatu organisasi.

3. Penyalahgunaan komputer
Penyalahgunaan komputer memberikan pengaruh kuat terhadap pengembangan EDP audit maka untuk dapat memahami EDP audit diperlukan pemahaman yang baik terhadap beberapa kasus penyalahgunaan komputer yang pernah terjadi.

4. Nilai dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel
Disamping data, hardware dan software serta personel komputer juga merupakan sumber daya yang kritikal bagi suatu organisasi, walaupun investasi hardware perusahaan sudah dilindungi oleh asuransi, tetapi kehilangan hardware baik terjadi karena kesengajaan maupun ketidaksengajaan dapat mengakibatkan gangguan. Jika software rusak akan mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka informasi yang rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Personel adalah sumber daya yang paling berharga, mereka harus dididik dengan baik agar menjadi tenaga handal dibidang komputer yang profesional.

5. Biaya yang tinggi untuk kerusakan komputer
Saat ini pemakaian komputer sudah sangat meluas dan dilakukan juga terhadap fungsi kritis pada kehidupan kita. Kesalahan yang terjadi pada komputer memberikan implikasi yang luar biasa, sebagai contoh data error mengakibatkan jatuhnya pesawat di Antartika yang menyebabkan 257 orang meninggal atau seseorang divonis masuk penjara karena kesalahan data di komputer.

6. Kerahasiaan
Banyak data tentang diri pribadi yang saat ini dapat diperoleh dengan cepat, dengan adanya komputerisasi kependudukan maka data mengenai seseorang dapat segera diketahui termasuk hal – hal pribadi.

7. Pengontrolan penggunaan komputer
Teknologi adalah hal yang alami, tidak ada teknologi yang baik atau buruk. Pengguna teknologi tersebut yang dapat menentukan apakah teknologi itu akan menjadi baik atau malah menimbulkan gangguan. Banyak keputusan yang harus diambil untuk mengetahui apakah komputer digunakan untuk suatu hal yang baik atau buruk.

3. MANFAAT AUDIT TI

A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
1. Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
2.  Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
3.  Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.

B. Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review)
1.  Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
2. Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
3.   Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
4. Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai  dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
5.  Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan.
6.  Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi  dan saran tindak lanjutnya.

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI


PENGERTIAN AUDIT TI

Audit teknologi informasi atau IT (information technology) audit atau juga dikenal sebagai audit sistem informasi (information system audit) merupakan aktivitas pengujian terhadap pengendalian dari kelompok-kelompok unit infrastruktur dari sebuah sistem/teknologi informasi. Pengujian/evaluasi terhadap kelompok-kelompok unit infrastruktur tersebut dapat dilakukan atas audit keuangan, audit internal maupun obyek-obyek lain yang terkait dengan pengembangan/pembangunan sebuah sistem informasi.

Sebelumnya IT audit dikenal sebagai EDP (electronic data processing) audit atau audit pengolahan data secara elektronik. Saat itu pengujian lebih menitikberatkan pada pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti pengembangan, penerapan serta operasional sistem informasi.  Audit TI (teknologi informasi) pun dikenal sebagai ADP (automated data processing) audit dan computer audit.

SEJARAH AUDIT TI

Audit sudah dikenal dahulu pada zaman Mesopotamia dengan ditemukannya simbol-simbol pada angka-angka transaksi keuangan seperti titik, cek list, dan lain-lain. Di Mesir audit terlihat dari beberapa transaksi keuangan yang diperiksa oleh auditor. Di Yunani menerapkan audit namun untuk posisi ini kerajaan menempatkan para budak agar jika ada penyimpangan mudah untuk mencari informasi dengan cara menyiksa para budak tersebut. Dan di Romawi, audit menggunakan sistem "dengar transaksi keuangan", jadi setiap transaksi disaksikan oleh auditor.

Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seseorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Arens & Leobbecke ; 1998) sedangkan menurut R.K Mautz,Husain A sharaf ;1993 mendefinisikan auditing sebagai rangkaian praktek dan prosedur, metode dan teknik, suatu cara yang hanya sedikit butuh penjelasan, diskripsi, rekonsiliasi dan argumen yang biasanya menggumpal sebagai teori. Selanjutnya Mulyadi & Kanaka Puradiredja (1998) mendifinisikan auditing adalah proses sistematis untuk mempelajari dan mengevaluasi bukti secara objektip mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

JENIS-JENIS AUDIT TI

  1. Sistem dan Aplikasi. yaitu Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
  2. Fasilitas Pemrosesan Informasi. Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk. 
  3. Pengembangan Sistem. Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi. 
  4. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI. Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi. 
  5. Client/Server, Telekomunikasi, Intranet dan Internet. Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

KESMIPULAN

Audit sudah dikenal dahulu pada zaman Mesopotamia dengan ditemukannya simbol-simbol pada angka-angka transaksi keuangan seperti titik, cek list, dan lain-lain. Di Yunani menerapkan audit namun untuk posisi ini kerajaan menempatkan para budak agar jika ada penyimpangan mudah untuk mencari informasi dengan cara menyiksa para budak tersebut. Dan di Romawi, audit menggunakan sistem "dengar transaksi keuangan", jadi setiap transaksi disaksikan oleh auditor. proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seseorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Arens & Leobbecke ; 1998) sedangkan menurut R.K Mautz,Husain A sharaf ;1993 mendefinisikan auditing sebagai rangkaian praktek dan prosedur, ada 5 jenis-jenis audit yaitu : Sistem dan aplikasi, Fasilitas pemrosesan informasi, Pengembangan system, Arsitektur perusahaan dan manajemen TI dan Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstrane.

Sabtu, 22 April 2017

MEMBUAT POSTER (tugas softskill)

Kelompok 5
- rintan
- eric
- fauzan
- rafie afif
- rizky permana 


Langkah 1
Membuat file baru di Photoshop dengan ketentuan seperti gambar di bawah ini
Karena disini kami akan membuat sebuah poster, maka ukuran yang kami gunakan adalah 500 x 700 Pixels. Dengan resolusi di angka 72 Pixel/Inch dan menggunakan color mode RGB 8 bit.


Langkah 2
Membuat layer baru dengan pengaturan seperti gambar di bawah ini

  Mode yang digunakan yaitu Normal dengan Opacity (tingkat transparansi) sebesar 100%


Langkah 3
Memasukan gambar kertas yang di download dari internet, ke dalam project PSD sebagai layer baru

Cara memasukannya bisa dengan cara mendrag file kertas.jpg ke dalam project PSD yang sedang kami buat.
  

Sesuaikan ukuran kertas.jpg dengan background layer 0 , caranya adalah dengan menekan tombol CTRL + T. Setelah itu tekan enter


Klik sekali pada layer kertas, kemudian ubah Nilai Opacity ke angka 60 dan ubah juga ke mode Multiply seperti gambar di bawah ini

Langkah 5
Klik dua kali pada layer 0, kemudian akan muncul jendela Layer Style, ubah beberapa pengaturan seperti gambar di bawah ini




Jika sudah maka hasilnya akan seperti ini

Langkah 6
Masukan gambar vector yang telah dibuat dengan menggunakan adobe illustrator dengan cara copy paste menggunakan “smart object” dan letakan vektor di atas layer background

Langkah 7
Klik tombol Horizontal Type Tool pada toolbox di sebelah kiri

Lalu ketikan “Ayo Belajar CodeIgniter” seperti gambar di bawah ini 



Font yang kami gunakan adalah “Algerian” dengan text color berwarna putih (#FFFFFF). Letakan tulisan tersebut di sisi atas.




Langkah 8
Tambahkan efek pada tulisan dengan cara klik simbol fx di pojok kanan bawah dan pilih jenis efek yang akan digunakan menggunakan settingan dibawah ini







Langkah 9
Sekarang membuat rectangle tool dengan cara memilihnya pada toolbox di sebelah kiri

Buatlah sebuah garis hitam memanjang secara horizontal di bawah tulisan yang tadi kita buat, maka jadinya akan seperti ini 





Warna yang kami gunakan adalah Hitam (#000000)

Langkah 10
Masukan logo CodeIgniter yang kami dapatkan dari internet, sama seperti di atas caranya yaitu dengan mendrag langsung filenya ke dalam project


Sesuaikan ukuran dan posisinya, lalu tekan enter

Langkah 11
Duplicate Layer Codeigniter logo, berikan warna abu-abu dan berikan efek seperti langkah sebelumnya dengan settingan sebagai berikut


Langkah 12
Gunakan Brush tool untuk membuat garis bergelombang dan berikan warna kuning




Langkah 13
Membuat sebuah tulisan baru, sama seperti langkah di atas kami menggunakan Horizontal Type Tools yang ada di toolbox sebelah kiri
Dengan tulisan “Ribuan orang telah merasakan manfaatnya”
Font yang kami gunakan adalah “Copperplate Ghotic Bold”, dengan text color berwarna putih (#FFFFFF) dan dengan settingan efek diatas maka warna dan tekstur akan berubah

Langkah 14
Berikan teks yang mampu menarik minat pembaca untuk belajar codeigniter